Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
  • Pembelajaran dalam Inovasi Institusi: Kasus Perkebunan

    Pembelajaran dalam Inovasi Institusi: Kasus Perkebunan

    Tuesday, 13 June 2017 01:05
  • Subsidi Pupuk: Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan

    Subsidi Pupuk: Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan

    Friday, 28 April 2017 06:05
  • Gerakan Tanam Cabai Untuk Kemandirian Pangan

    Gerakan Tanam Cabai Untuk Kemandirian Pangan

    Thursday, 20 April 2017 14:33
  • Indonesia Sudah Swasembada Protein dan Berupaya Meraih Swasembada Protein Hewani

    Indonesia Sudah Swasembada Protein dan Berupaya Meraih Swasembada Protein Hewani

    Tuesday, 21 February 2017 09:47
  • Rapat Kerja PSEKP TA 2017

    Rapat Kerja PSEKP TA 2017

    Tuesday, 24 January 2017 01:36
  • Menyikapi Keputusan Panel DSB-WTO: Kasus Kebijakan Impor Produk Hortikultura, Hewan dan Produk Hewan

    Menyikapi Keputusan Panel DSB-WTO: Kasus Kebijakan Impor Produk Hortikultura, Hewan dan Produk Hewan

    Thursday, 19 January 2017 01:22
  • Peresmian Kantor Baru PSEKP, Semangat Baru

    Peresmian Kantor Baru PSEKP, Semangat Baru

    Thursday, 22 December 2016 08:52
  • Upacara Kesadaran Nasional 17 Desember  2016

    Upacara Kesadaran Nasional 17 Desember 2016

    Monday, 19 December 2016 09:48
  • Selamat Jalan Dr. Muchjidin Rahmat

    Selamat Jalan Dr. Muchjidin Rahmat

    Thursday, 15 December 2016 08:53
  • Litbang Pertanian dalam Tantangan Pertanian Global

    Litbang Pertanian dalam Tantangan Pertanian Global

    Thursday, 15 December 2016 08:52

Kajian Sistem dan Kebijakan Standardisasi dan Sertifikasi Mutu Komoditas Pertanian Strategis

Tim Peneliti: Muchjidin Rachmat (Ketua Tim), Sahat Pasaribu, Delima Hasri Azahari, Tjetjep  Nurasa, Eddy Supriadi Yusuf

Abstrak:
Dalam era globalisasi dan terutama  dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, maka perdagangan produk-produk pertanian antar negara akan semakin bebas dan terbuka, sejalan dengan dihapuskannya hambatan tarif dan non tarif, kecuali hambatan teknis perdagangan yang disyaratkan oleh suatu negara atau kesepakatan antar negara. Pada sisi lain, konsumen akan menuntut produk pangan yang dikonsumsinya bermutu tinggi, aman, bernilai gizi, dan diproduksi secara ramah lingkungan serta memerhatikan aspek sosial dan hak azasi manusia.  Beberapa diantara standar mutu pangan yang telah disepakati dan menjadi acuan dalam produksi pangan dunia adalah Codex, ISO dan HACCP. Banyak negara telah mengembangkan sistem jaminan mutu pangan dengan membangun sistem standarisasi dan sertifikasi mutu. Indonesia juga harus dan telah mengarah kepada pembangunan sistem tersebut, namun dalam upaya penyempurnaannya hingga menjadi acuan masih mengalami kelambatan. Oleh karena itu, studi ini akan mempelajari kebijakan dan implementasi sistem standarisasi dan sertifikasi mutu produk pertanian di Indonesia dan membandingkannya dengan Negara-negara ASEAN.

Studi ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan penerapan sistem standarisasi dan sertifikasi produk pertanian dalam rangka peningkatan daya saing produk pertanian, khususnya dalam persiapan menghadapi diberlakukannya MEA 2015. Secara lebih rinci tujuan  kajian adalah: (a) Mengidentifikasi sistem standarisasi dan sertifikasi mutu produk pertanian di negara ASEAN; (b) Menganalisis kebijakan dan  penerapan sistem standarisasi dan sertifikasi produk pertanian di dalam negeri; (c) Menganalisis  faktor-faktor yang memengaruhi penerapan standarisasi dan sertifikasi produk pertanian di dalam negeri; dan (d) Merumuskan alternatif peningkatan penerapan sistem standarisasi dan sertifikasi mutu produk pertanian. Secara keseluruhan, maksud kajian ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar ASEAN.

Kajian akan dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang berkaitan dengan kebijakan, peraturan dan implementasinya dalam rangka menjawab tujuan kesatu dan kedua. Pengumpulan data primer dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus untuk menghasilkan data dan informasi dalam rangka pencapaian tujuan ketiga.  Analisa pemilihan strategi prioritas dilakukan dengan analisis SWOT dan teknik AHP. Untuk pendalaman, kajian akan dilakukan pada komoditas contoh bawang merah, manggis dan kakao di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.

Additional information