Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
  • Lesson Learn Program Asuransi Pertanian dan Merumuskan Model ke Depan

    Lesson Learn Program Asuransi Pertanian dan Merumuskan Model ke Depan

    Thursday, 03 August 2017 06:43
  • Halal Bi Halal 1438 H dan Pelepasan Purna Bakti  Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

    Halal Bi Halal 1438 H dan Pelepasan Purna Bakti Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

    Wednesday, 05 July 2017 08:54
  • Pembelajaran dalam Inovasi Institusi: Kasus Perkebunan

    Pembelajaran dalam Inovasi Institusi: Kasus Perkebunan

    Tuesday, 13 June 2017 01:05
  • Subsidi Pupuk: Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan

    Subsidi Pupuk: Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan

    Friday, 28 April 2017 06:05
  • Gerakan Tanam Cabai Untuk Kemandirian Pangan

    Gerakan Tanam Cabai Untuk Kemandirian Pangan

    Thursday, 20 April 2017 14:33
  • Indonesia Sudah Swasembada Protein dan Berupaya Meraih Swasembada Protein Hewani

    Indonesia Sudah Swasembada Protein dan Berupaya Meraih Swasembada Protein Hewani

    Tuesday, 21 February 2017 09:47
  • Rapat Kerja PSEKP TA 2017

    Rapat Kerja PSEKP TA 2017

    Tuesday, 24 January 2017 01:36
  • Menyikapi Keputusan Panel DSB-WTO: Kasus Kebijakan Impor Produk Hortikultura, Hewan dan Produk Hewan

    Menyikapi Keputusan Panel DSB-WTO: Kasus Kebijakan Impor Produk Hortikultura, Hewan dan Produk Hewan

    Thursday, 19 January 2017 01:22
  • Peresmian Kantor Baru PSEKP, Semangat Baru

    Peresmian Kantor Baru PSEKP, Semangat Baru

    Thursday, 22 December 2016 08:52
  • Upacara Kesadaran Nasional 17 Desember  2016

    Upacara Kesadaran Nasional 17 Desember 2016

    Monday, 19 December 2016 09:48

Evaluasi Rancangan, Implementasi dan Dampak Bantuan Mekanisasi terhadap Percepatan Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai

Tim Peneliti: Hermanto (Ketua Tim), Henny Mayrowani, Agung Prabowo, Rizma Aldillah, Soeprapto D.

Abstrak:
Program bantuan mekanisasi pertanian yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Upaya Khusus (UPSUS) pada tahun 2015 atas dasar meningkatnya permintaan alsintan oleh masyarakat terutama petani, karena saat ini petani sangat merasakan semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja tepat waktu akibat banyaknya keluarga tani yang beralih profesi setiap tahunnya, yang jumlahnya mencapai 270 ribu orang. Di sisi lain harga alsintan umumnya masih belum terjangkau petani  sehingga membuat kepemilikan alsintan oleh petani masih sangat terbatas. Dengan bantuan alsintan diharapkan efisiensi dan produktivitas penggunaan sumberdaya dapat ditingkatkan, serta aktivitas pertanian dapat diselesaikan dengan lebih tepat waktu, sehingga memberikan hasil yang lebih baik.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa permasalahan yang sering timbul adalah banyaknya bantuan alsintan dari pemerintah yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Hal ini karena secara empiris keberhasilan penerapan alsintan memerlukan ketepatan teknologi dan manajemen, disamping berbagai faktor pendukung lainnya agar alisintan mampu dikembangkan dan dirasakan manfaatnya sesuai dengan tujuan modernisasi pertanian. Karena itu, penelitian evaluasi penting dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas suatu program berdasarkan umpan balik dari pelaksanaan program tersebut.

Secara umum tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program bantuan mekanisasi pendukung sejak dilakukan perancangan, proses pelaksanaan sampai pada hasil, manfaat (outcome) dan dampaknya. Secara spesifik tujuan penelitian pada tahun 2016 sebagai berikut: (a) Mengevaluasi kesesuaian antara rancangan program bantuan mekanisasi pertanian pendukung (BMP) dan implementasinya dalam upaya percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai; (b) Menganalisis efisiensi dan efektivitas implementasi bantuan mekanisasi pendukung (BMP) dari tingkat pusat sampai pada tingkat penerima bantuan dalam upaya percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai; (c) Merumuskan strategi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan bantuan mekanisasi dalam upaya percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.

Penelitian ini akan dilakukan di beberapa  provinsi sentra produksi padi, jagung dan kedelai. Cakupan provinsi adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Responden penelitian adalah (1) kelompok tani penerima bantuan dan bukan penerima bantuan, pengusaha alsintan swasta dan UPJA yang keseluruhan berjumlah 30 responden; (2) petani dilokasi penerima bantuan dan bukan penerima bantuan berjumlah 30 responden; dan (3) instansi terkait 6 responden.

  Kajian tersebut dilakukan berdasarkan komoditi dan bantuan mekanisasi yang diberikan melalui UPSUS, yaitu (1) komoditi padi dengan jenis lasintan berupa Traktor Roda-2, Transplanter, pompa air, dan Combine Harvester di Jawa Barat; dan (2) komoditi jagung dan kedelai dengan jenis alsintan berupa Power Thresher  multiguna, Traktor Roda-4 dan pemipil jagung di Jawa Timur. Disamping itu, untuk perbandingan pengelolaan mekanisasi bantuan dengan pengusaha alsintan swasta juga akan dilakukan di masing-masing provinsi di lokasi penelitian. Khusus untuk jenis alsintan Combine Harvester perbandingan pengelolaannya akan dilakukan  di provinsi Sulawesi Selatan.

Data yang akan dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan teknik survai, wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara, data sekunder dikumpulkan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten. Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk membangun matrix logical framework (Logframe) dengan menggunakan beberapa analisis, yaitu; analisis problem, analisis  tujuan, dan analisis  stakeholder. Dengan menggunakan analisis tersebut dapat diketahui kesesuaian rancangan program bantuan mekanisasi pertanian dengan output di lapangan.
Selanjutnya, pendekatan kuantitatif akan digunakan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi program bantuan mekanisasi, dengan menggunakan alat Data Envelopement Analysis (DEA). DEA adalah sebuah teknik pemprograman matematis yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi relatif dari sebuah kumpulan unit-unit pembuat keputusan (decision making unit/UKE) dalam mengelola sumberdaya (input) dengan jenis yang sama sehingga menjadi hasil (output) dengan jenis yang sama pula, dimana hubungan bentuk fungsi dari input ke output tidak diketahui.

Additional information