Sumber: sky.com

Negara-negara yang terdampak wabah Covid-19 telah mengambil berbagai langkah sebagai respons cepat untuk meminimalkan dampak negatif dan mendukung upaya pemulihan. Ada kekhawatiran di negara-negara terdampak bahwa tindakan terkait Covid-19 dapat memengaruhi panen tahun 2020 karena pekerja musiman tidak dapat melakukan perjalanan untuk musim tanam dan musim panen. Meskipun tingkat panen diprediksi stabil dan cenderung meningkat karena peningkatan luas tanam pada 2019, hal ini mungkin tidak terwujud jika ada pembatasan mobilisasi pekerja. Para petani bisa mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk, pakan, dan suku cadang alsintan karena gangguan distribusi. Selain itu, penting untuk menghindari distorsi rantai pasok selama panen dan saat tanam selama kurun waktu Juli - Desember 2020 untuk memastikan ketahanan pangan semester kedua tahun 2020.

Berbagai upaya telah dimulai untuk menemukan model yang tepat guna mengantisipasi dampak Covid-19 pada sektor pertanian. Sektor pertanian Indonesia harus menyusun tindakan yang tepat sebagai bentuk antisipasi dampak negatif pandemi Covid-19 yang dapat dilakukan secara luas.

Strategi Bidang Produksi Pertanian

Pada bidang produksi, strategi yang umumnya diambil oleh negara-negara terdampak pandemi Covid-19 dapat dilihat pada Tabel 1. Pembatasan lintas negara yang diberlakukan oleh Spanyol dan negara-negara tetangga dalam merespons pandemi Covid-19 menyebabkan kekurangan tenaga kerja sebesar 40%. Pemerintah Spanyol menyetujui pembatasan perekrutan tenaga kerja saat panen. Aturan ini juga memungkinkan orang yang menganggur untuk terus memperoleh tunjangan sosial disamping memperoleh pendapatan dari bekerja kontrak di sektor pertanian selama pandemi Covid-19 (double income incentive). Di negara lain, Kementerian Pertanian Jepang mendorong orang yang kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19 untuk bekerja di industry pertanian dengan menawarkan dukungan upah diatas rata-rata.

Strategi pemberian bantuan uang dan sarana produksi pertanian berupa bibit tanaman dan ternak dilakukan di 6 negara. Salah satu negara yang menerapkan strategi ini adalah Amerika Serikat. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sejak April 2020 meluncurkan Coronavirus Food Assistance Program, yaitu program bantuan keuangan untuk petani agar dapat mengatasi guncangan akibat meningkatnya biaya produksi karena  pandemi Covid-19 . Program bantuan darurat sebesar USD19 miliar ini dikucurkan untuk memberikan dukungan kepada para petani dan peternak, serta  menjaga rantai pasok pangan, sehingga memungkinkan pembelian dan distribusi surplus pertanian serta memastikan setiap orang menerima dan memiliki akses pangan yang dibutuhkan.


Di Asia, upaya yang dilakukan adalah terkait bantuan tunai, dukungan modal usaha tani, bantuan bibit, pupuk, dan penyuluhan pertanian secara daring. China menerapkan strategi-strategi ini untuk memastikan pasokan input pertanian yang dibutuhkan untuk produksi tepat waktu, jumlah, dan kualitas. China mendorong pemasok input untuk memulai kembali usahanya yang terhenti, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jika terjadi kekurangan input, pemerintah akan mengatur pasokan dari perusahaan input di provinsi lain. Untuk membantu petani sambil meminimalkan kontak fisik, pesanan sarana produksi dilakukan secara daring dari petani. Setelah input tiba, pengiriman 'point-to-point' diatur ke rumah petani.

Tabel 1.   Strategi bidang produksi pertanian di beberapa negara terdampak Covid-19, 2019/2020

No.

Strategi

Negara yang Menerapkan Strategi

Jumlah

Negara/Area

AS dan Eropa

Asia

1

Mempermudah mobilisasi tenaga kerja dan memperluas kesempatan pengangguran untuk bekerja di sektor Pertanian

9

AS (USDA 2020), Italia (World Farmers’ Organisation 2020), Spanyol (KPMG 2020a), Perancis (EURACTIV 2020a), Jerman (EURACTIV 2020b).

China (Martin 2020), Jepang (World Farmers’ Organisation.  2020), India (Prevention Web 2020), Thailand (KPMG 2020d),

2

Pemberian bantuan uang tunai dan bantuan uang untuk modal kerja usaha tani

6

AS (USDA 2020), Spanyol (KPMG 2020a), Perancis (KPMG 2020a), Belanda (Norton Rose Fulbright. 2020),

Jepang (World Farmers’ Organisation.  2020), India (Prevention Web 2020)

3

Bantuan sarana produksi pertanian

4

Spanyol (KPMG 2020a), Belanda (Norton Rose Fulbright. 2020),

China (Martin 2020), Thailand (KPMG 2020d),

4

Penyuluhan secara virtual/daring

1

 

China (Martin 2020)

 

Pelayanan teknis untuk mendukung produksi petani dilakukan baik di lapangan maupun secara daring. Selama krisis pandemic covid-19, para penyuluh memberikan pelatihan melalui live streaming secara teratur dan disambut baik oleh para petani. Media sosial seperti WeChat dan telepon juga digunakan untuk memberikan panduan teknis langsung.


Strategi Bidang Pemasaran dan Distribusi Produk Pertanian

Strategi yang dilakukan oleh negara-negara terdampak Covid-19 untuk pemasaran produksi pertanian dapat dilihat pada Tabel 2. Salah satu negara yang melakukan strategi mempermudah ijin ekspor adalah Italia. Negara ini memiliki “rencana luar biasa 2020” untuk promosi ekspor produk pertanian bernilai Euro44,6 miliar. Rencana luar biasa tahun 2020 adalah untuk mendukung ekspor makanan Italia karena keadaan darurat Covid-19 hingga Agustus 2020. India sebagai salah satu negara yang menerapkan strategi pengembangan pasar, Komite Pasar Hasil Pertanian (APMC) memungkinkan petani untuk menjual produk mereka di luar Mandis (lokasi) yang ditunjuk untuk meringankan beban petani melalui dukungan harga minimum atau melalui skema dukungan harga lainnya.

Di China, implementasi strategi promosi penjualan produk pertanian melalui kios dan pameran, iklan di media dan e-commerce, serta jual beli secara daring telah diterapkan untuk mencapai tingkat produksi dan penjualan yang sesuai. Kementerian Pertanian China telah menyelenggarakan konferensi video dengan peserta dari badan produksi dan penjualan untuk mencapai kesepakatan dan transaksi jual beli langsung. Konferensi tersebut telah memungkinkan penjualan 50.350 ton produk pertanian senilai RMB335,8 juta (USD47,3 juta).

Selain itu, teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan untuk menjual produk dengan membangun berbagai platform (rencana atau program) media resmi dan platform bisnis e-commerce serta mendirikan platform layanan publik secara daring untuk membantu menyeimbangkan produksi pertanian dengan penjualan selama periode epidemi. Dalam platform web, hingga pertengahan 2020, lebih dari 4.000 informasi penawaran atau permintaan telah diunggah yang membantu koneksi 'point-to-point' antara produsen dan pembeli. Platform penjualan daring untuk produk pertanian di daerah miskin yang diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dan Kantor Dewan Negara untuk Pengentasan Kemiskinan, ditujukan untuk membantu penjualan produksi di 832 daerah miskin. Secara lokal, pemerintah provinsi dan kota juga mendirikan platform layanan daring untuk membantu transaksi lokal dengan lebih baik. Misalnya, Platform Permintaan dan Penawaran Produk Pertanian Beijing tidak hanya mencakup informasi pasokan produk tetapi juga permintaan petani dalam input pertanian dan peralatan lainnya, yang sangat membantu baik untuk produksi maupun penjualan bagi petani. Dalam waktu kurang dari sepuluh hari sejak pendirian, lebih dari 600 informasi pasokan telah diunggah dan 45% diantaranya terjadi transaksi.


Tabel 2.   Strategi bidang pemasaran produk pertanian di beberapa negara terdampak wabah Covid-19, 2019/2020

No.

Strategi

Negara Yang Menerapkan Strategi

Jumlah

Negara/Area

AS dan Eropa

Asia

1

Mempermudah ijin ekspor, mencari/membuka pasar dan memfasilitasi hubungan dan urusan administrasi antara produsen dan konsumen

7

Spanyol (KPMGa 2020), Italia (World Farmers’ Organisation 2020),

China (Martin 2020), India (Prevention Web 2020), Phillipina (European Commission 2020), Thailand (KPMGd 2020), Jepang (World Farmers’ Organisation.  2020).

2

Promosi penjualan produk pertanian melalui kios dan pameran, iklan di media dan e-commerce, dan jual beli secara online.

7

Spanyol (KPMGa 2020), Italia (World Farmers’ Organisation 2020), Perancis (KPMGb 2020),

China (Martin 2020), Thailand (KPMGd 2020), Phillipina (European Commission 2020), Malaysia (KPMGc 2020)

3

Pemberian bantuan uang tunai.

3

Spanyol (KPMGa 2020), Italia (World Farmers’ Organisation 2020), Belanda (Norton Rose Fulbright. 2020),

 

4

Upaya mengubah perilaku konsumen untuk mengkonsumsi produk sehat dan murah, serta pemberian insentif.

3

 

Jepang (World Farmers’ Organisation.  2020), India (Prevention Web 2020), Thailand (KPMGd 2020).

5

Pembelian hasil produksi pertanian dari wilayah sentra produksi melalui dana  pemerintah atau aliansi pedagang.

2

AS (USDA 2020)

China (Martin 2020)

6

Memperketat pengawasan dalam pemasaran produk pertanian agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan besar secara sepihak dan mengorbankan pihak lainnya

2

 

Thailand (KPMGd 2020), China (Martin 2020)

 

Pemerintah China juga mendorong perusahaan e-commerce untuk secara aktif terlibat dalam penjualan produk pertanian secara daring dan manajemen rantai pasokan digital. Untuk membantu lebih banyak petani dengan penjualan secara daring, platform telah mengurangi persyaratan kelayakan untuk mendaftarkan toko/kios, menyederhanakan prosedur pendaftaran, dan memberikan pelatihan perorangan untuk membantu petani dalam pengoperasian toko daring.


Di sisi lain, sejumlah sektor akan sangat terpukul oleh langkah-langkah terkait kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah. Misalnya, cafe dan restoran yang menderita karena penutupan, dan industri pariwisata/agen perjalanan akan terpukul oleh pembatalan. Bagi perusahaan akan sulit  untuk mengganti kerugian, begitu wabah Covid-19 telah merebak. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian Belanda menerapkan bantuan uang melalui skema kompensasi dengan langkah-langkah yang tepat untuk perusahaan yang aktif di sektor pertanian.

Pemerintah India berupaya mengubah perilaku konsumen dengan program dan insentif. Pemerintah India kini telah meningkatkan fokusnya pada nutrisi (selain makanan) - keamanan dan meningkatkan pendapatan petani (daripada meningkatkan produktivitas pertanian). Insentif kebijakan yang ada hanya mendukung dua kebutuhan pokok, yaitu gandum dan beras, harus diubah. Merancang kebijakan pertanian pasca Covid-19 dengan mempertimbangkan perilaku konsumen untuk transformasi sistem pangan.

USDA akan bermitra dengan distributor regional dan lokal, yang tenaga kerjanya sangat terdampak oleh penutupan restoran, hotel, dan layanan makanan lainnya dengan anggaran USD3 miliar untuk membeli produk segar, susu, dan daging. USDA mulai dengan pengadaan per bulan sekitar USD100 juta berupa buah-buahan dan sayuran segar, USD100 juta untuk pembelian produk susu, dan USD100 juta untuk pembelian produk daging. Distributor dan pedagang besar kemudian menyediakan produk segar, susu, dan produk daging untuk bank makanan, organisasi berbasis komunitas dan agama, dan organisasi nirlaba lainnya yang melayani warga yang membutuhkan.

Strategi Bidang Keuangan dan Kredit Pertanian

Strategi di bidang keuangan dan kredit di beberapa negara terdampak pandemi Covid-19 disajikan pada Tabel 3. Di Belanda, Qredits sebagai penyedia kredit mikro membiayai dan melatih sejumlah besar perusahaan baru, yang umumnya kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Misalnya, Qredits menyediakan kredit mikro kepada pemilik restoran dan cafe, pengecer, perusahaan swasta pribadi, perusahaan konstruksi dan penyedia layanan bisnis. Qredits menerapkan tindakan darurat sementara, dimana perusahaan kecil yang terkena dampak pandemi Covid-19 akan diberikan penundaan pembayaran enam bulan, dan suku bunga pinjaman mereka secara otomatis akan diturunkan menjadi 2% selama periode pandemi. Pemerintah akan mengalokasikan hingga Euro6 juta untuk Qredits.

Bank Nasional Malaysia (BNM) telah mengalokasikan skema pinjaman untuk UKM yang terlibat dalam industri produksi makanan dengan total RM1 miliar (USD226 juta). Skema pinjaman tersedia untuk jangka waktu delapan tahun dengan bunga 3,75%, UKM yang memenuhi syarat akan dapat menerima RM5 juta (USD1,1 juta). Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan RM40 juta (USD9 juta) untuk membantu UKM di sektor pertanian.


Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi swasta, pemerintah akan memberikan insentif lebih banyak untuk investasi swasta, serta mempercepat investasi publik. Pada Januari 2020, Administrasi Perpajakan Negara telah mengumumkan bahwa setiap pendapatan dari pengangkutan bahan jaminan utama selama krisis, yang meliputi produk pertanian dan input, dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN). Dukungan keuangan nasional juga diberikan untuk meningkatkan fasilitas  penyimpanan dingin dan kelangsungan usahatani di lokasi pertanian keluarga (skala kecil)  dan koperasi petani, serta memfasilitasi peningkatan layanan logistik dan ketahanan rantai pasokan makanan.

Tabel 3. Strategi bidang keuangan dan kredit pertanian di beberapa negara terdampak wabah Covid-19, 2019/2020

No.

Strategi

Negara Yang Menerapkan Strategi

Jumlah

Negara/Area

AS dan Eropa

Asia

1

Perluasan penerima kredit dan pemberian fasilitas untuk memperlancar aliran kredit serta paket pinjaman mikro sampai ke pengguna terutama usaha pertanian skala kecil.

4

Belanda (Norton Rose Fulbright. 2020)

India (Prevention Web 2020), Phillipina (European Commission 2020), Malaysia (KPMGc 2020).

2

Mempermudah persyaratan memperoleh kredit pertanian dengan cara mengurangi jumlah jaminan kredit

3

---

Phillipina (European Commission 2020), China (Martin 2020), Malaysia (KPMGc 2020)

3

Pemberian bantuan kredit bagi petani dan perusahaan pengekspor produk pertanian

2

Italia (World Farmers’ Organisation 2020),

India (Prevention Web 2020)

4

Pengurangan suku bunga kredit bidang pertanian.

2

Belanda (Norton Rose Fulbright. 2020),

Malaysia (KPMGc 2020),

5

Restrukturisasi dan penjadualan kembali pinjaman baik perorangan petani atau perusahaan pertanian.

2

---

India (Prevention Web 2020), Malaysia (KPMGc 2020).

6

Peningkatan investasi pertanian

2

---

India (Prevention Web 2020), Malaysia (KPMGc 2020).

7

Pembebasan PPN produk pertanian

1

---

China (Martin 2020)

8

Penundaan pembayaran PPN, PPh, dan biaya sewa tanah

1

 

Vietnam (OECD 2020)

 


Penutup

Beberapa pelajaran dapat diambil dari strategi antisipatif dan responsif terhadap dampak wabah Covid-19 di Indonesia:

  1. Mendorong produksi pangan lokal serta memperkuat hubungan maupun sinergi yang efektif antara kota dan desa sehingga dapat berkontribusi pada ketahanan sistem pangan lokal. Hal ini memungkinkan kerjasama yang lebih efektif di antara para pelaku rantai makanan di seluruh wilayah perkotaan dan perdesaan kunci untuk memfasilitasi sistem pangan yang lebih tangguh.
  2. Kolaborasi dan koordinasi para pemangku kepentingan di berbagai tingkat untuk respon yang cepat dan efektif. Dalam krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk memanfaatkan sinergi semua pemangku kepentingan. Perlu mekanisme yang efisien untuk konsolidasi dan berbagi informasi antar pelaku.
  3. Diversifikasi saluran distribusi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Saluran daring adalah pelengkap atau pilihan yang baik saat krisis yang dapat menjamin distribusi lebih efisien. Faktanya, pandemi Covid-19 telah memfasilitasi transformasi masa depan platform e-commerce di sektor pertanian. Pemerintah pusat dapat membuat program untuk mendukung distribusi logistik rantai dingin dan memfasilitasi penjualan produk pertanian secara daring. Para petani dan pedagang yang belum pernah menggunakan platform e-commerce akan terbiasa dan menyadari keefektifan saluran daring.
  4. Pengelolaan rantai pasokan makanan harus dioptimalkan lebih lanjut melalui inisiatif bantuan bagi petani selama krisis agar lebih banyak strategi jangka panjang bisnis e-commerce ini untuk berkolaborasi erat antara produsen dan konsumen akhir.
  5. Penggunaan internet berkontribusi besar pada solusi selama krisis pandemi Covid-19, dari platform berbagi informasi hingga saluran penjualan daring. Model-model baru seperti 'kerja bersama' dan 'penjualan bersama' dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja.
  6. Respon cepat sektor pertanian jika terjadi kejadian luar biasa seperti pandemi Covid-19 ini sangat tergantung kehandalan database petani dan komoditas yang dimiliki. Identifikasi menjadi lebih mudah tentang siapa yang terdampak dan dimana serta cara penyalurannya.

 

0
0
0
s2smodern
powered by social2s