Pandemi Covid-19 gelombang pertama telah menimbulkan gejolak pasar beras global pada Maret-April 2020. Setiap negara mengutamakan penyelamatan kebutuhan dalam negerinya dan bahkan mengambil kesempatan meraih untung sekali pun dapat menimbulkan kesulitan bagi negara lain. Indonesia beruntung tidak harus mengimpor beras karena memiliki cadangan yang cukup. Pasar beras dunia sudah kembali normal sejak Mei 2020 seiring dengan meredanya penyebaran SARS-CoV-2 virus penyebab Covid-19 dan dimulainya transisi ke masa normal baru (New Normal) di banyak negara, termasuk Indonesia. Risiko muncul-nya SARS-CoV-2 gelombang kedua masih cukup tinggi pada akhir tahun ini hingga pertengahan tahun depan. Disarankan agar Pemerintah Indonesia segera melakukan evaluasi kecukupan cadangan beras pemerintah dan total stok beras nasional serta kaitannya dengan kebutuhan impor beras tahun 2020 karena dua hal: (1) panen raya musim hujan dan tanam musim kemarau padi sudah selesai sehingga sudah dapat diketahui perkiraan produksi dan stok pada akhir 2020; (2) harga beras dunia diperkirakan akan menurun dalam periode Juni-Juli 2020. Jika memang diperlukan, waktu yang tepat membuat kontrak impor beras ialah Juli-Agustus 2020. Pemerintah Indonesia juga perlu membangun sistem ke-tahanan pangan nasional jangka menengah-panjang, termasuk membangun sistem peringatan dan tindakan dini bencana pangan.

Selengkapnya silahkan membaca di bawah

Loading...

0
0
0
s2smodern
powered by social2s