Ada dua pertimbangan diterbitkannya Surat Edaran ini, yaitu (1) tingkat penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi dengan positivity rate, kasus aktif, dan penambahan kasus positif di tingkat nasional; (2) dalam masa pandemi dan menuju masa adaptasi kebiasaan baru masyarakat produktif dan aman Covid-19 berpotensi meningkat akibat perjalanan, untuk itu diperlukan aturan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus berpotensi meningkat.

Penerbitan SE ini diharapkan dapat dijadikan panduan perjalanan orang dalam masa pandemi Covid-19. Tujuan penerbitan SE adalah (1) meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman Covid-19; dan (2) mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19. Ruang lingkup SE ini adalah protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia.

Isi SE mencakup protokol kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut (1) penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutup hidung dan mulut; (2) jenis masker yang digunakan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis; (3) tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, laut, perkeretaapian, dan udara; dan (4) tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat. Selain itu, isi dari SE ini adalah penjelasan terkait PPDN ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa, di dalam Pulau Jawa, dan perjalanan ke daerah lainnya. SE ini berlaku efektif mulai tanggal 9 Januari 2021 sampai dengan tanggal 25 Januari 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. (KSS).

Secara lengkap isi dari Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021, dapat dilihat pada tautan berikut.

Loading...

0
0
0
s2smodern
powered by social2s