Sustainable Development Goal’s dan Nawacita : Implikasinya terhadap Penelitian dan Pembangunan Pertanian BerkelanjutanDr. I Wayan Rusastra, salah satu Profesor Riset PSEKP bidang agro ekonomi akan memasuki masa purna bakti per 1 Januari 2017.  Sebelum menjalani masa purna bakti, beliau melakukan orasi pada tanggal 9 Desember 2016 di auditorium Balittro, Bogor dengan judul orasi “Sustainable Development Goal’s dan Nawacita : Implikasinya Terhadap Penelitian Dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan”.  Orasi dibuka oleh Kepala PSEKP dan dihadiri oleh undangan dari UK/UPT Balitbangtan dan para peneliti PSEKP.

Dalam orasinya Dr. Wayan menyampaikan bahwa SDG’s, Nawacita dan visi Kementan merupakan basis kebijakan penelitian dan pembangunan pertanian nasional yang saling sejalan dan melengkapi.  Beberapa perspektif dan best practices dalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan adalah melalui   pengembangan infrastruktur pertanian dan perdesaan, serta pengurangan kemiskinan. Kebijakan yang perlu diambil dalam rangka pembangunan perrtanian berkelanjutan adalah : kebijakan adaptasi perubahan iklim, kebijakan peningkatan produksi pangan skala kecil, kebijakan pembangunan dan pertumbuhan inklusif sektor pertanian, dan kebijakan transparansi keadilan perdagangan global.

Pada akhir orasi Dr. Wayan menekankan bahwa SDG, Nawacita, dan Renstra Kementan memiliki konsistensi terkait dengan semangat prinsip dasar pembangunan inklusif pertanian dan perdesaan berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, dinilai relevan dan kontektual mengacu kepada lima prinsip dasar SPAD (FAO) yang bersifat inklusif dan integratif yang mencakup aspek  efisiensi, proteksi, kesejahteraan, resiliensi, dan tatakelola sumberdaya alam, ekosistem, masyarakat, dan kemanusiaan. SFAD lebih dari pada proteksi sumberdaya alam, namun tetap berkontribusi positif pada  ke-empat pilar ketahanan pangan (ketersediaan, akses, utilisasi, dan stabilisasi), dan mampu menjaga harmonisasi agroekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Program pembangunan pertanian nasional (Program/Gerakan SL-PTT, Upsus Pajale, KRPL, Pangan organik, SRI, usahatani konservasi, dll.) memiliki potensi/peluang sebagai inclusive best practices SFAD melalui optimalisasi yang harmonis ke-lima prinsip dasar SFAD.

Sustainable Development Goal’s dan Nawacita : Implikasinya terhadap Penelitian dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

0
0
0
s2smodern
powered by social2s