Can Do Spirit  Senior PSEKP: Berusaha Dan Bekerja Keras Untuk Mencapai KesuksesanSalah satu rangkaian acara Raker PSEKP 2016 yang menarik adalah lesson learn dan can do spirit para senior PSEKP yang sudah melanglang buana diberbagai organisasi dan menduduki jabatan structural eselon 1 di Kementan dan luar Kementan. Para senior PSEKP yang memberikan semangat dan motivasi adalah : Dr. Delima Azahari, Prof. Tahlim Sudaryanto, Dr. Erwidodo, Prof. Achmad Suryana dan Dr. Rusman Heriawan.  Beliau-beliau sukses menjadi peneliti dan menapaki jenjang karir sampai eselon I karena kerja keras dan semangat untuk maju pada saat itu. 

Prof. Achmad Suryana menyampaikan bahwa kita harus berani tampil disetiap forum pertemuan.  Jangan takut dan segan untuk bertanya atau menyampaikan ide dan gagasan yang kita punya.  Tetap semangat menggali berbagai informasi terkait dengan kepakaran kita sebagai peneliti sosek.  Sedangkan Dr. Rusman Heriawan yang pernah menjabat sebagai Kepala BPS dan Wakil Menteri Pertanian pada tahun 2014 menyoroti peran peneliti di Balitbangtan.  Kegiatan dan fasilitas penelitian yang kita pakai menggunakan uang negara, sehingga hasil penelitian bukan menjadi milik pribadi peneliti tetapi hendaknya dapat mengharumkan nama institusinya.  Publikasi dan hasil penelitian para peneliti  PSEKP haruslahh dapat mengangkat nama besar instanasi PSEKP.

Berbagai pengalaman dan motivasi para senior PSEKP hendaknya dapat memotivasi para peneliti muda bahwa kita juga bisa seperti beliau-beliau asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras. Balitbangtan akan memfasilitasi upaya peningkatan kapasitas para penelitinya melalui training jangka pendek dan tugas belajar di luar negeri.

Berikut biodata dan pengalaman organisasi beberapa senior PSEKP :

Can Do Spirit  Senior PSEKP: Berusaha Dan Bekerja Keras Untuk Mencapai KesuksesanDr. Delima Azahari, alumni S3 dari  University of Illinois, USA pernah menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan.  Beliau mendapatkan gelar sarjana pertanian pada tahun 1979 dari Institut Pertanian Bogor. Pendiidkan S2 (Magister Sains) ditempuh di Institut Pertanian Bogor tahun 1983. Pendidikan S3 (Ph.D) ditempuh di University of Illinois, Champaign Urbana, USA.

Prof. Tahlim Sudaryanto, salah satu peneliti utama PSEKP yang memperoleh gelar  S3 (Ph.D) bidang Ekonomi dari North Carolina State University, U.S.A. tahun 1987. Karir peneliti mulai dirintis di Pusat Penelitian Agro Ekonomi (kini Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian), pada tahun 1978. Pada tahun 1991-1994 pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok Peneliti Agribisnis. Jabatan fungsional peneliti dimulai sebagai Ajun Peneliti Madya (1989), kemudian meningkat menjadi Peneliti Madya (1991), Ahli Peneliti Muda (1993) dan mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama (1996) dalam bidang Ekonomi Pertanian. Pada tahun 2009 dikukuhkan sebagai Profesor Riset bidang Ekonomi Pertanian.

Pengalaman menduduki jabatan struktural dimulai sebagai Kepala Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data (1981 – 1983) di Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Kepala Bidang Pelayanan Penelitian (1994 – 1997) di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Sekretaris Badan Litbang Pertanian (1997 – 1998), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian (1998 – 2002), Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (2002 – 2004), Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Departemen Pertanian (2004 – 2005), Kepala Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (2005 – 2010), dan Staf Ahli Menteri Bidang Kerjasama Internasional, Kementerian Pertanian, 2010 – sekarang.

Dr. Erwidodo, MS memperoleh gelar Sarjana Kehutanan, bidang manajemen hutan pada tahun 1978 dari Institut Pertanian Bogor. Gelar Magister Sains pada bidang Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan diperoleh dari Universitas yang sama pada tahun 1982. Pada tahun 1990, yang bersangkutan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang ekonomi pertanian dari Michigan State University, USA.

Pengalaman jabatan terakhir beliau adalah sebagai Duta Besar Indonesia di WTO.  Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban adalah sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perdagangan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kehutanan, Departemen Kehutanan (2000-2001), menjadi Kepala Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan dan Perkebunan, menjadi Kepala Pusat Penelitian sosial Ekonomi Kehutanan dan Perkebunan, Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999-2000). Beliau juga pernah beberapa kali diperbantukan sebagai tenaga konsultan, antara lain, pada Center for Policy and Impementation Studies (CPIS), International Center for Research on agro Forestry (ICRAF), dan Regional Coordinating Center for Research and Development of Coarse Grains, Pulses, Roots and Tuber Crops (CGPRT Center), UN-ESCAP.

Prof. Achmad Suryana menyelesaikan pendidikan S1 (Ir.) di Institut Pertaninan Bogor (IPB) dengan keahlian Sosial Ekonomi Pertanian selesai tahun 1978, S2 (MS) di IPB dengan keahlian Ekonomi Pertanian tahun 1980, dan S3 (Ph.D) di North Carolina State University (NCSU), Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat dengan keahlian Ekonomi tahun 1986.

Segera setelah menyelesaikan pendidikan S1-nya, pada awal tahun 1978 beliau mulai bekerja sebagai calon peneliti para Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jenjang jabatan fungsional yang ditempuhnya tergolong cepat, dimulai sebagai Ajun Peneliti Muda (tahun 1988), Peneliti Madya (1989), Ahli Peneliti Madya (1992) dan Ahli Peneliti Utama sejak Maret 1997. Pada bulan Agustus 2007 beliau dikukuhkan sebagai Profesor Riset setelah melaksanakan orasi ilmiah membahas permasalahan ketahanan pangan nasional.

Jabatan struktural yang pernah diemban diantarannya adalah sebagai pejabat eselon IV di PAE pada saat masa kerjanya baru tiga tahun. Setelah menyelesaikan S3, beliau menjadi pejabat struktural eselon III di Biro Perencanaan. Karier sebagai pejabat struktural terus melaju, dengan diangkatnya sebagai Kepala Pusat Pengembangan Investasi dan AMDAL, Badan Agribisnis (1994 – 1995), Kepala Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (1995 – 1998), dan Kepala Biro Perencanaan (1998 – 2000). Beliau dipercaya sebagai pejabat eselon I yaitu sebagai Kepala Badan Urusan Ketahanan Pangan (2000 – 2001). Setelah itu berlanjut sebagai Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (2001 – 2004), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2004 – 2008), Direktur Jenderal Tanaman Pangan ad interim (2005 – 2006).  Jabatan terakhir beliau adalah sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan (2008 – 2013).

0
0
0
s2smodern
powered by social2s