Sidang Komisi United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) ke-72

Delegasi Indonesia pada Sidang Komisi UN-ESCAP ke 72

Bangkok, Thailand - Sidang Komisi UN-ESCAP tahun ini yang diselenggarakan pada tanggal 15 -19 Mei 2016, mengangkat tema “Science, technology and innovation for sustainable development”. Indonesia mengirimkan perwakilan yang dipimpin oleh Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geo-Fisika (BMKG) bersama perwakilan-perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, KBRI Bangkok, dan Kementerian Pertanian diwakili oleh Badan Litbang Pertanian Dr. Abdul Basit, MS (Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian), Dr. Hermanto, MP (PSEKP), dan dari Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Kementan.

Sidang Komisi UN-ESCAP tahun 2016 telah berhasil mengesahkan seluruh 10 resolusi yang diajukan negara-negara anggota. Indonesia telah mengajukan resolusi mengenai Statute of the Centre for Alleviation of Poverty through Sustainable Agriculture.

Delegasi Indonesia telah berhasil mengangkat isu maritim dan penanganan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing pada Sidang Komisi tahun 2015. Isu maritim transport connectivity for sustainable development yang diangkat Indonesia menjadi milestone bagi UN-ESCAP untuk menfokuskan kerjasama transport maritim ke depan di kawasan Asia dan Pasifik. Selama ini UN-ESCAP memfokuskan perhatian pada transportasi railway dan road, dan dengan diangkatnya isu konektivitas maritim untuk Asia Pasifik diharapkan UN-ESCAP mulai memperhatikan kerjasama maritim kedepannya.

Sidang Komisi United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) ke-72

Sidang Komisi UN-ESCAP

Sidang Komisi United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) ke-72

Bilateral Meeting dgn Executive Secretary of ESCAP, Shamshad Akhtar

Dari sektor Pertanian, Indonesia dan CAPSA akan bekerjasama pada beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016-2017 diantaranya:

  1. Mempromosikan penelitian dan mensintesis temuan penelitian dari seluruh wilayah pada isu-isu yang berkaitan dengan pertanian yang tahan iklim untuk memastikan keamanan pangan.
  2. Mengembangkan kapasitas pemerintah daerah untuk pengenalan dan pelaksanaan rekomendasi kebijakan dan praktik yang baik untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian, ketahanan pangan, kemiskinan dan gizi.
  3. Mengembangkan upaya kolaborasi antara seluruh wilayah untuk mempromosikan inovasi dan transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan keberlanjutan serta pengentasan kemiskinan.
  4. Menyebarluaskan rekomendasi kebijakan dan praktek-praktek yang baik untuk pembuat kebijakan, pemimpin opini dan masyarakat sipil.