Metode Penelitian Terbaru Para Petugas Belajar Luar Negeri PSEKPSebagai suatu lembaga penelitian, PSEKP dituntut untuk selalu mengembangkan metode-metode penelitian terbarunya.  Sehubungan dengan hal tersebut  PSEKP menyelenggarakan seminar rutin dengan menghadirkan narasumber para petugas belajar  yang baru menyelesaikan studinya di luar negeri, yaitu Dr. Wahida, lulusan PhD Adelaide University dan Moh. Maulana, MSc lulusan S2 Wageningen University.   Seminar dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2016.

Dr. Wahida menyampaikan topik tentang “ Food System Transformation in Indonesia : Factors Influencing Demand and Supply for Alternative Pest Management Farming Practices”.   Disebutkan  bahwa Indonesia merupakan  negara dengan pertumbuhan middle income yang cepat.  Hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi pangan yang juga akan mengalami transformasi baik dari sisi demand maupun sisi supply.  Konsumen pasar pertanian di Indonesia saat ini sudah mulai beralih minat ke produk pertanian organik, sehingga permintaan produk organik pun meningkat. Akan tetapi disisi lain konsumen memiliki keraguan akan keamanan dan kualitas dari produk pertanian organik tersebut, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap preferensi konsumen tersebut.  Yang dibutuhkan konsumen saat ini adalah informasi yang dicantumkan pada kemasan produk (label) dari Kementerian Pertanian terkait produk pertanian, apakah produk tersebut memakai pestisida atau tidak.

Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Bogor, Surabaya dan Surakarta.  Dari sisi demand     dipengaruhi oleh factor diet, dan pangan sehat (organic, bebas pestisida) dan label-label sehat lainya.  Dari sisi supply tentunya banyak supermarket yang menyediakan produk-produk sehat, dan ini tentunya berimplikasi terhadap petani sebagai penyedia produk pertanian  sehat tersebut.

Narasumber lainnya adalah Moh. Maulana, SP. MSc menyampaikan topic tentang “Comparing Social Cost of Conventional Rice Production System and System of Rice Intensification”.  Inti penelitiannya adalah membandingkan usaha tani padi sistem konvensional dengan System Rice Intensification (SRI) dari sisi biaya social dan externalitas.  Sisi externalitas yang dimunculkan adalah biaya lingkungan dan manfaat ekonomi dari nilai emisi gas metan pada budidaya padi.  Lokasi penelitian di Kab. Boyolali, Jawa Tengah.  Kesimpulan dari penelitian ini diantaranya SRI lebih mahal dari sisi biaya produksi, produksi lebih rendah tetapi lebih ramah lingkungan.

Dari paparan kedua petugas belajar Luar Negeri tersebut banyak diperoleh pengetahuan baru utamanya terkait dengan metode penelitian yang dipakai di luar negeri.  Diharapkan metode analisis tersebut dapat diterapkan pada penelitian-penelitian PSEKP pada masa yang akan datang.

Metode Penelitian Terbaru Para Petugas Belajar Luar Negeri PSEKP Metode Penelitian Terbaru Para Petugas Belajar Luar Negeri PSEKP