Tim Peneliti: Sri Hery Susilowati (Ketua), Handewi P. Saliem, Ening Ariningsih, Roosganda Elizabeth, Cut Rabiatul Adawiyah

Ringkasan 
Mengacu data BPS  perhitungan keseimbangan produksi dan konsumsi beras,  surplus beras telah diperoleh tahun sejak 2010 sekitar 3,9 juta ton dan surplus tersebut meningkat pada tahun 2016 yang diperkirakan mencapai sekitar 10,22 juta ton. Demikian pula untuk jagung, pada tahun 2017 diperkirakan akan terjadi surplus jagung nasional sebesar 5,32 juta ton. Surplus jagung diramalkan akan semakin meningkat pada tahun 2018 sampai 2020 karena laju kebutuhan jagung untuk pakan lebih rendah dari laju peningkatan produksi. Terlepas dari masalah akurasi data surplus nasional, paling tidak surplus beras secara empiris telah terjadi pada saat musim panen raya, dimana produksi lebih besar daripada kebutuhan konsumsi sehingga seringkali mengakibatkan harga gabah  turun di bawah HPP yang berakibat terhadap penurunan pendapatan petani.  Oleh karenanya perlu dilakukan strategi antisipatif pengelolaan surplus beras dan jagung sehingga surplus tersebut akan mendatangkan sebesar-besarnya manfaat baik bagi pemerintah, masyarakat luas, dan terutama untuk peningkatan kesejahteraan petani. Tujuan penelitian adalah: (1) Menganalisis keragaan keseimbangan produksi dan konsumsi beras dan jagung tingkat nasional dan provinsi terpilih, (2) Menganalisis kinerja pengelolaan surplus produksi padi dan jagung di sentra produksi padi dan jagung, (3) Menetapkan beberapa alternative kebijakan/program antisipatif pengelolaan surplus produksi padi dan jagung.  Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data Primer dikumpulkan melalui wawancara pada berbagai responden pengelola cadangan pangan di tingkat pusat dan daerah, kelompok tani, petani, pedagang, asosiasi pengusaha pakan ternak, importir jagung, eksportir beras organic dan premium. Data sekunder berupa dokumen yang terkait dengan substansi penelitian yang dikumpulkan dari berbagai instansi terkait (termasuk juga dari media elektronik). Data dan informasi yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif eksplanatif dan Analysis Hierrarchi Process (AHP)