workshop Salah satu judul penelitian yang dilakukan oleh PSEKP pada TA 2016 adalah Pemetaan Daya Saing Pertanian Indonesia.  Penelitian ini melibatkan peneliti dari seluruh BPTP/LPTP di Indonesia.

Agar peneliti-peneliti dari masing-masing BPTP/LPTP tersebut mempunyai pemahaman yang baik  khususnya terkait dengan penggunaan metode analisis sosial ekonomi pertanian dalam memetakan daya saing pertanian baik pada tingkat kabupaten maupun provinsi di seluruh Indonesia, PSEKP melakukan workshop "Pemetaan Daya Saing Pertanian Indonesia".

Workshop tahap pertama telah dilakukan pada bulan April 2016 dengan diikuti oleh 15 BPTP/LPTP.  Workshop tahap kedua  diselenggarakan selama lima hari (22 s.d. 26 Agustus) di PPMKP Ciawi, dengan melibatkan narasumber dari IPB, BPS, Pusdatin, dan beberapa peneliti senior PSEKP.  Workshop ini telah dibuka oleh Bapak Kepala Balitbangtan, Dr. M. Syakir. Dalam sambutannya, beberapa poin penting yang disampaikannya adalah sbb.:

  1. Dalam era globalisasi, termasuk MEA, di mana arus investasi, barang, jasa, tenaga kerja, dan teknologi dengan mudah bisa masuk ke Indonesia, agar tetap eksis maka produk-produk pertanian Indonesia harus mempunyai daya saing yang kuat baik di pasar domestik maupun internasional. 
  2. Pada dasarnya daya saing tersebut bersifat dinamis.  Oleh karena itu, terkait dengan poin (1) maka peserta workshop diharapkan harus mampu memotret keunggulan-keunggulan tradisional  yang dimiliki Indonesia saat ini  yang masih dikelola secara  konvensional, serta kemudian menentukan jenis inovasi apa yang dibutuhkan agar keunggulan-keunggulan tradisional tersebut mempunyai daya saing yang baik.  Dalam konteks ini, peserta workshop nantinya diharapkan juga mampu menentukan secara tajam peubah-peubah utama yang membentuk daya saing tersebut.  
  3. Demikian juga halnya, perlu diidentifikasi secara baik inovasi teknologi dan rekayasa kelembagaan apa yang diperlukan untuk memperbaiki daya saing produk-produk pertanian yang daya saingnya masih rendah.
  4. Informasi kesesuaian lahan belum cukup kuat sebagai basis untuk pengembangan komoditas-komoditas pertanian.  Oleh karena itu, perlu dilengkapi dengan informasi sosial ekonomi serta teknologi yang telah berkembang di lokasi tersebut, agar lebih mudah dan dengan tepat untuk dapattentukan jenis inovasi apa yang dibutuhkan agar komoditas-komoditas tersebut mempunyai daya saing yang kuat.
  5. Mengingat pengguna dari hasil penelitian ini adalah pemda setempat, swasta, dan stakeholder lainnya, agar hasil penelitian ini juga mempunyai daya saing yang baik, maka cara pengelolaan penelitian inipun juga harus dirubah dari konvensional ke pola kerja sama atau dengan melibatkan pihak-pihak terkait.