Tim Peneliti: Sumaryanto (Ketua), Rudy Sunarja Rivai, Muhammad Suryadi, Deri Hidayat

Ringkasan
Dalam dua tahun terakhir ini Pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar dalam pengembangan infrastruktur air untuk pertanian lahan kering. Hal ini tercermin dari besarnya anggaran yang dialokasikan melalui Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maupun dari Kementerian Pertanian.

Fokus dari pengembangan infrastruktur tersebut adalah untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, terutama tanaman pangan. Namun dalam konteks yang lebih luas tidaklah terbatas pada komoditas pangan tetapi juga komoditas pertanian lainnya. Sasaran akhir adalah dalam rangka peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan rumah tangga petani penerima manfaat serta masyarakat perdesaan yang bersangkutan. Dalam konteks nasional, pencapaian sasaran tersebut diharapkan ikut berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan nasional dan pemerataan pendapatan.

Keberadaan infrastruktur fisik tidak menjamin bahwa manfaatnya sesuai dengan yang diharapkan. Manfaat ekonominya ditentukan oleh sinergi kelayakan teknis, finansial, dan sosial-kelembagaan pada suatu level yang lebih unggul dari kondisi sebelum atau tanpa keberadaan infrastruktur. Mengacu pada situasi dan kondisi empiris selama ini, kebijakan yang kondusif bagi terciptanya situasi dan kondisi pencapaian tingkat kelayakan tersebut sangat diperlukan.

Perumusan kebijakan membutuhkan masukan berupa data dan informasi dari kajian empiris. Hal itu merupakan konsekuensi logis dari orientasi untuk menjamin efektivitas implementasinya yang berarti harus memperhatikan dengan seksama kompleksitas permasalahan di lapangan yang beragam dan dinamis. Penelitian ini ditujukan untuk dapat berkontribusi dalam memberikan masukan dalam perumusan kebijakan tersebut. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga perdesaan pada kabupaten yang pertaniannya dominan pertanian lahan kering, (2) enganalisis permasalahan yang dihadapi petani dalam peningkatan manfaat ekonomi infrastruktur air untuk pertanian lahan kering, (3) Mengkaji viabilitas ekonomi infrastruktur air untuk pertanian lahan kering serta faktor-faktor yang mempengaruhi, dan (4) Merumuskan strategi kebijakan dan program peningkatan manfaat infrastruktur air untuk pertanian lahan kering dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Penelitian akan dilakukan di wilayah pertanian lahan kering beriklim kering maupun bukan beriklim kering. Provinsi lokasi penelitian adalah Banten, Jawa Timur, D.I. Jogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Cakupan jenis infrastrukturnya disesuaikan dengan prioritas permasalahan pada masing-masing lokasi penelitian.