Cara Petani Langsat Permai, Siak-Riau Menekan Kehilangan Hasil PanenCara Petani Langsat Permai, Siak-Riau Menekan Kehilangan Hasil PanenGeliat penerapan Pertanian Modern pada usahatani padi sudah banyak dilakukan petani di Kabupaten Siak-Riau. Hal ini tampak dari penggunanaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai salah satu ciri penerapan pertanian modern khususnya pada saat panen sudah banyak dilakukan petani. Bahkan untuk panen, petani sudah menggunakan combine harvester, setingkat lebih maju dari penggunaan power thresher. Petani juga sudah menggunakan alsintan lainnya, seperti untuk pengolahan lahan menggunakan traktor, maupun saat tanam sudah menggunakan rice transplanter. Menurut petani, kelebihan penggunaan combine harvester adalah selain mampu menekan biaya panen dan menghemat penggunaan tenaga kerja, juga sebagai upaya untuk menekan kehilangan hasil pada saat panen sampai mencapai 10% dibandingkan panen dengan cara digebot (manual).

Pada hari Rabu, 10 Januari 2018, beberapa petani di Kampung Langsat Permai Kecamatan Bungaraya memanen padinya sudah menggunakan combine harvester. Ada seluas 5 hektar padi varietas Logawa yang dipanen, dengan produktivitas sekitar 5,5 ton/ha. Dengan penerapan teknologi produksi yang sama, menurut petani sebelum menggunakan alat panen ini biasanya produksi yang bisa didapatkan petani hanya sekitar 5,0- 5,2 ton/ha. Selain untuk menarik minat generasi muda agar maun terjun ke sektor pertanian melalui pengembangan pertanian modern, dengan melihat peluang penyelamatan kehilangan hasil panen yang masih besar sebagai sumber pertumbuhan dalam peningkatan produksi padi nasional, maka merupakan langkah yang tepat apa yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk mendorong penggunaan dan memberi banyak bantuan combine harvester ke petani. Semoga penggunaan combine harvester juga meluas penggunaanya ke petani-petani lainnya.