Dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, diperlukan proses penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen, sebagai salah satu metode dalam pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19 dalam kondisi tertentu. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021 tentang Penggunaan Rapid DiagnosticTest Antigen dalam Pemeriksaan Covid-19.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut dinyatakan bahwa RDT Antigen akan disediakan di puskesmas-puskesmas dan pengadaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Regulasi ini juga mengatur dalam penggunaan RDT Antigen harus memperhatikan kriteria pemilihan, kriteria penggunaan, alur pemeriksaan, fasilitas pemeriksaan dan petugas pemeriksa, pengelolaan spesimen, keselamatan hayati (biosafety), pencatatan dan pelaporan, penjaminan mutu pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah pemeriksaan. Ketentuan secara lengkap mengenai penggunaan RDT Antigen dalam pemeriksaan Covid-19 juga dicantumkan dalam Lampiran, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari regulasi ini. Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 8 Februari 2021.SSI

Secara lengkap isi dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021, dapat dilihat pada tautan berikut.

Loading...

0
0
0
s2smodern
powered by social2s