Diterbitkannya keputusan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain (1) dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 diperlukan proses penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, (2) dalam kondisi tertentu untuk kepentingan pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19, dapat menggunakan metode pemeriksaan Rapid Diagnostic Tes Antigen (RDT-Ag), dan (3) ketentuan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/446/2021 tentang penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksaan Covid-19 perlu disesuaikan dengan teknis kebutuhan pelayanan.

Pasal 1 dalam keputusan ini berisi bahwa ketentuan dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/446/2021 tentang Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksanaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diubah sehingga menjadi berbunyi sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan menteri ini. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu 5 Maret 2021.

Dalam lampiran keputusan ini dijelaskan beberapa hal yaitu (1) kriteria RTD-Ag, (2) kriteria penggunaan RDT-Ag, (3) alur pemeriksanaan RDT-Ag, (4) fasilitas pemeriksaan dan petugas pemeriksa RTD-Ag, (5) pengelolaan spesimen RTD-Ag, (6) keselamatan hayati (biosafety) RDT-Ag), (7) pencatatan dan pelaporan RDT-Ag, (8) penjaminan mutu pemeriksanaan RDT-Ag, dan (9) pengelolaan limbah laboratorium RDT-Ag, (KSS)

Secara lengkap isi dari keputusan ini, dapat dilihat pada tautan berikut.

Loading...

0
0
0
s2smodern
powered by social2s