Menghadapai pandemi Covid-19 serta implementasi 6 arahan Presiden terkait ketersediaan pangan nasional, Kementerian Pertanian memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat, serta melindungi ekonomi di sektor pertanian agar tidak melemah. Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian merumuskan 3 program sebagai berikut:

  1. Melakukan refocusing kegiatan dan anggaran sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19
    Kebijakan-Kementerian-Pertanian-Merespons-Covid-19Dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Kementan melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran tahun ini sebesar Rp1,85 triliun. Pemanfaatan refocusing anggaran tersebut meliputi: (i) anggaran untuk mendukung pencegahan penularan COVID-19 sebesar Rp45 miliar, yang berupa penyiapan sarana dan peralatan medis, pembelian suplemen dan daya tahan tubuh, dan sterilisasi seluruh gedung lingkup Kementan; (ii) anggaran untuk mendukung pengamanan ketersediaan pangan sebesar Rp198,95 miliar yang akan digunakan untuk operasi pasar pangan murah dan stabilisasi harga pangan, bantuan penyerapan gabah dan transportasi/angkutan distribusi pangan, dan pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok; dan (iii) anggaran untuk merancang kegiatan jaring pengaman sosial termasuk program padat karya sebesar Rp1,60 triliun.

  2. Mempercepat program Padat Karya
    Program padat karya yang dilakukan Kementan di antaranya gerakan pengendalian OPT secara masal, padat karya olah tanah dan percepatan tanam, padat karya perkebunan, dan padat karya rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT). Berikutnya adalah program padat karya pembangunan embung pertanian, padat karya optimasi lahan rawa, padat karya irigasi perpipaan dan perpompaan serta antisipasi kekeringan dan banjir, padat karya Sekolah Lapang Petani, penumbuhan jiwa kewirausahaan dan penyerapan tenaga kerja pertanian serta pembinaan UMKM pertanian.

  3. Menjaga ketersediaan bahan pangan pokok
    Program yang dilakukan meliputi hulu-hilir yang dimulai dari bantuan benih pangan, hortikultura dan perkebunan, bantuan pangan dan penguatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dan fasilitasi bantuan ayam/kambing/domba untuk penanganan dampak penyebaran covid-19 dan mendukung ketersediaan pangan. Kegiatan lain yang dilakukan adalah operasi pasar pangan murah dan stabilisasi harga pangan, bantuan penyerapan gabah dan transportasi/angkutan distribusi pangan, dan pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok. Kementan juga bekerjasama bermitra dengan Gojek dalam distribusi bahan pokok secara daring melalui Toko Tani Indonesia.

Langkah strategis Kementerian Pertanian tersebut merupakan aksi nyata dalam rangka Pencegahan dan Perlindungan dari Dampak Penyebaran Virus Covid-19 di sektor pertanian.

Sumber :
https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=99
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200416153100-92-494220/kementan-pangkas-rp36-t-untuk-penanganan-corona

0
0
0
s2smodern
powered by social2s