Gubernur Riau Ngajak Petani Mengembangkan Pertanian Modern pada Panen Raya di BengkalisSalah satu program terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian pada era Pemerintah Kabinet Kerja untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani adalah melalui Program Pengembangan Pertanian Modern.  Program ini dicirikan oleh penerapan inovasi teknologi secara baik dan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara penuh mulai dari tahap pengolahan lahan sampai dengan panen dan pasca panen, dengan tujuan untuk mengatasi terjadinya kelangkaan tenaga kerja yang menyebabkan biaya tenaga kerja menjadi mahal, mempercepat proses produksi, menekan kehilangan hasil, dan meningkatkan pendapatan petani agar menarik bagi generasi muda untuk terjun pada sektor pertanian yang bermuara pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Program ini juga mendorong petani untuk menanam padi dari satu kali setahun menjadi dua kali. Untuk mendukung  program ini, Kementerian Pertanian sejak tahun 2015 telah  memberikan bantuan alsin dalam jumlah yang cukup besar, termasuk di Provinsi Riau, seperti Transplanter, Combine Harvester, Dryer, Power Thresher, Corn Sheller dan Rice Milling Unit (RMU), traktor dan pompa air, dan jenis lainnya.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukan oleh Gubernur Riau, Ir H. Arsyad Juliandi Rachman, MBA baru-baru ini (7/12/2017) pada waktu panen raya di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan 200 ha.  Gubernur mengatakan bahwa di tengah-tengah langkanya tenaga kerja di Provinsi Riau, maka solusinya adalah petani harus mengembangkan pertanian modern dalam rangka meningkatkan produksi padi dan ketersediaan beras bagi masyarakat Riau.  Selain itu, melalui pertanian modern ini gubernur berharap akan menarik generasi muda untuk terjun pada sektor pertanian. Dalam panen raya tersebut turut hadir  Anggota DPRD Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Bengkalis, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, wakil dari  BPTP Riau, SKPD Lingkup Kabupaten Bengkalis, KTNA serta 500 orang petani.

Gubernur Riau Ngajak Petani Mengembangkan Pertanian Modern pada Panen Raya di BengkalisPada awal sambutannya, Gubernur Riau mengatakan melalui perbaikan jaringan irigasi, bantuan pompa, dan alat dan mesin pertanian lainnya, serta penerapan inovasi teknologi petani di Riau ini petani sudah dapat panen padi 2 kali setahun, yang sebelumnya hanya 1 kali setahun.  Selain itu, pada saat yang sama produktivitas meningkat dari dari hanya sebelumnya rata-rata 3,5-4,5 ton/ha menjadi 5-6 ton/ha.  Dengan program ini dapat dibayangkan produksi padi dan ketersediaan beras di Provinsi Riau bisa meningkat secara tajam.  Hal ini sangat penting  bagi Riau, mengingat selama ini kebutuhan pangan masyarakat Riau, khususnya beras, lebih banyak didatangkan dari daerah luar Riau seperti dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara karena produksi padi/beras Provinsi Riau kurang dari 30%  dari yang dibutuhkan.

Dengan produksi padi yang terus meningkat diharapkan kemampuan Riau dalam memenuhi pangan beras bagi masyarakatnya akan semakin meningkat, sehingga gejolak pasokan dan harga pangan beras bisa diatasi.  Pada saat ini, panen raya padi juga terjadi di kabupaten-kabupaten lainnya di Riau, sehingga diyakini dengan produksi padi yang melimpah kekwatiran akan terjadinya lonjakan harga beras pada Hari Natal dan Tahun Baru tidak akan terjadi di Riau. Menyadari perubahan yang besar ini, pada akhir sambutannya gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Riau berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya Program Upsus yang sedang dilakukan Kementerian Pertanian dalam upaya mengenjot produksi padi dan mewujudkan Riau berswasembada beras ke depan….. semoga.

0
0
0
s2smodern
powered by social2s